Senin, 19 November 2007
Singkawang,- Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kalimantan Barat minta kepada seluruh masyarakat Singkawang untuk menghormati pilihan rakyat dalam pemilu wali kota dan pemenangnya adalah Hasan Karman dan Edy R Yacoub.
Demikian diungkapkan salah satu Presidium KAHMI Kalbar, Minhani SE kepada Pontianak Post, kemarin. Menurut Minhani, masyarakat Singkawang sudah memberikan hak pilihnya secara langsung. Artinya, Hasan Karman dan Edy dipilih sesuai dengan hati nurani masyarakat Singkawang.
"Itulah cerminan demokrasi, dan harus kita hormati pilihan rakyat itu," kata Minhani. Dia juga memberikan apresiasi kepada Komisi Pemilihan Umum Singkawang dan jajarannya sudah bekerja keras melaksanakan pemilu ini dengan baik. "Siang malam mereka telah melakukan pekerjaan demi suksesnya pelaksanaan pemilu. Jadi, KAHMI Kalbar dan Singkawang memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada anggota KPU dan jajarannya serta pihak lain, seperti Panwaslu Singkawang, Polres, Kodim 1202, Pemkot Singkawang serta jajaran kebawahnya yang telah menyukseskan pelaksanaan pemilu ini. Kita harus bergandengan tangan dan mengkritisi kebijakan yang diambil oleh wali kota dan wakil wali kota jika terpilih memang tidak berpihak kepada rakyat ketika menjalankan tugas," kata Minhani mengingatkan.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua DPD PKS Singkawang, Paryanto. Menurut Paryanto, pemilu yang telah selesai dilaksanakan merupakan bukti pilihan rakyat. "Hasan Karman dan Edy R Yacoub sekarang memimpin perolehan suara. Artinya, rakyat Singkawang mempercayakan kepada mereka untuk memimpin Singkawang lima tahun kedepan," katanya.
Menurut ketua partai Islam ini, kesemua itu adalah kehendak Allah SWT dan pastilah yang terbaik. "Manusia mungkin berpikir tidak baik, tapi lain dengan Allah, pasti itu adalah yang terbaik. Allah lebih mengetahui dibalik semua ini," kata Paryanto mengingatkan. Menurut dia, bila memang ada masalah dengan proses ini, hendaknya diserahkan kepada aparat hukum.
"Kita katanya menjunjung tinggi azas hukum. Maka serahkan semuanya ke proses hukum, bila ada masalah. Jangan sampai kita terpecah belah hanya persoalan ini," kata Paryanto. (zrf)
Copyright © 2008 Pontianak Post
Singkawang,- Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kalimantan Barat minta kepada seluruh masyarakat Singkawang untuk menghormati pilihan rakyat dalam pemilu wali kota dan pemenangnya adalah Hasan Karman dan Edy R Yacoub.
Demikian diungkapkan salah satu Presidium KAHMI Kalbar, Minhani SE kepada Pontianak Post, kemarin. Menurut Minhani, masyarakat Singkawang sudah memberikan hak pilihnya secara langsung. Artinya, Hasan Karman dan Edy dipilih sesuai dengan hati nurani masyarakat Singkawang.
"Itulah cerminan demokrasi, dan harus kita hormati pilihan rakyat itu," kata Minhani. Dia juga memberikan apresiasi kepada Komisi Pemilihan Umum Singkawang dan jajarannya sudah bekerja keras melaksanakan pemilu ini dengan baik. "Siang malam mereka telah melakukan pekerjaan demi suksesnya pelaksanaan pemilu. Jadi, KAHMI Kalbar dan Singkawang memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada anggota KPU dan jajarannya serta pihak lain, seperti Panwaslu Singkawang, Polres, Kodim 1202, Pemkot Singkawang serta jajaran kebawahnya yang telah menyukseskan pelaksanaan pemilu ini. Kita harus bergandengan tangan dan mengkritisi kebijakan yang diambil oleh wali kota dan wakil wali kota jika terpilih memang tidak berpihak kepada rakyat ketika menjalankan tugas," kata Minhani mengingatkan.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua DPD PKS Singkawang, Paryanto. Menurut Paryanto, pemilu yang telah selesai dilaksanakan merupakan bukti pilihan rakyat. "Hasan Karman dan Edy R Yacoub sekarang memimpin perolehan suara. Artinya, rakyat Singkawang mempercayakan kepada mereka untuk memimpin Singkawang lima tahun kedepan," katanya.
Menurut ketua partai Islam ini, kesemua itu adalah kehendak Allah SWT dan pastilah yang terbaik. "Manusia mungkin berpikir tidak baik, tapi lain dengan Allah, pasti itu adalah yang terbaik. Allah lebih mengetahui dibalik semua ini," kata Paryanto mengingatkan. Menurut dia, bila memang ada masalah dengan proses ini, hendaknya diserahkan kepada aparat hukum.
"Kita katanya menjunjung tinggi azas hukum. Maka serahkan semuanya ke proses hukum, bila ada masalah. Jangan sampai kita terpecah belah hanya persoalan ini," kata Paryanto. (zrf)
Copyright © 2008 Pontianak Post


Tidak ada komentar:
Posting Komentar