Senin, 19 November 2007
Pontianak,- Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (KAHMI) Kota Pontianak memberikan apresiasi positif terhadap lancarnya proses demokratisasi Pilkada Gubernur Kalbar.
Organisasi ini mendukung penuh siapa pun nantinya yang terpilih menjadi Gubernur Kalbar dan berharap mampu memerangi kemiskinan dan kebodohan yang masih melilit masyarakat Kalbar serta mampu menjalankan visi dan misinya untuk kemaslahatan seluruh masyarakat daerah ini.
“KAHMI memberikan apresiasi kepada empat calon dan tim sukses, organisasi masyarakat, aparat kemanan, pemerintah, dan masyarakat secara luas yang telah menciptakan suasana kondusif,” kata Ketua KAHMI Pontianak, Sujadi SAg kemarin (18/11).
Menurutnya, kekondusifan ini merupakan modal awal untuk mewujudkan visi misi dan program gubernur terpilih yang telah dijanjikannya kepada rakyat saat kampanye.
“KAHMI Kota Pontianak memberikan dukungan kepada Gubernur terpilih, siapapun dia,” ujarnya. Menurutnya, indikator Pilkada Kalbar berjalan demokratis diantarnya dapat dilihat dari semakin membaiknya pendataan pemilih dari pemilihan sebelumnya, saat kampanye, serta perhitungan suara yang berjalan lancar.
“Memang masih ada pelanggaran, tapi tidak berdampak signifikan akan kelangsungan Pilkada Kalbar. Kalaupun ada pasangan calon yang merasa dirugikan atas pelanggaran itu, selesaikan dengan cara elegan sesuai perundang-undangan dan hukum yang berlaku,” kata Sujadi yang juga Anggota KPUD Kota Pontianak ini.
Suksesnya Pilkada Gubernur Kalbar, kata dia, dapat dilihat dari animo masyarakat yang cukup tinggi untuk menggunakan suaranya. “Di Pontianak saja, 80 persen masyarakat yang terdata di daftar pemilih tetap (DPT) menggunakan hak suaranya. Ini berarti animo masyarakat untuk memilih cukup tinggi di Kota Pontianak,” katanya.
Sujadi berharap, pasangan calon yang tidak terpilih juga bisa merealisasikan program beserta visi misniya dalam membangun Kalbar.
“Memajukan Kalbar kan tidak hanya menjadi Gubernur. Dalam artian, Gubernur bukan harga mati untuk berbuat sesuatu memajukan daerah. Karenanya, mereka yang belum diberi kepercayaan untuk menjadi gubernur juga tetap bisa memajukan Kalbar di luar itu,” katanya. (zan)
Copyright © Pontianak Post
Pontianak,- Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (KAHMI) Kota Pontianak memberikan apresiasi positif terhadap lancarnya proses demokratisasi Pilkada Gubernur Kalbar.
Organisasi ini mendukung penuh siapa pun nantinya yang terpilih menjadi Gubernur Kalbar dan berharap mampu memerangi kemiskinan dan kebodohan yang masih melilit masyarakat Kalbar serta mampu menjalankan visi dan misinya untuk kemaslahatan seluruh masyarakat daerah ini.
“KAHMI memberikan apresiasi kepada empat calon dan tim sukses, organisasi masyarakat, aparat kemanan, pemerintah, dan masyarakat secara luas yang telah menciptakan suasana kondusif,” kata Ketua KAHMI Pontianak, Sujadi SAg kemarin (18/11).
Menurutnya, kekondusifan ini merupakan modal awal untuk mewujudkan visi misi dan program gubernur terpilih yang telah dijanjikannya kepada rakyat saat kampanye.
“KAHMI Kota Pontianak memberikan dukungan kepada Gubernur terpilih, siapapun dia,” ujarnya. Menurutnya, indikator Pilkada Kalbar berjalan demokratis diantarnya dapat dilihat dari semakin membaiknya pendataan pemilih dari pemilihan sebelumnya, saat kampanye, serta perhitungan suara yang berjalan lancar.
“Memang masih ada pelanggaran, tapi tidak berdampak signifikan akan kelangsungan Pilkada Kalbar. Kalaupun ada pasangan calon yang merasa dirugikan atas pelanggaran itu, selesaikan dengan cara elegan sesuai perundang-undangan dan hukum yang berlaku,” kata Sujadi yang juga Anggota KPUD Kota Pontianak ini.
Suksesnya Pilkada Gubernur Kalbar, kata dia, dapat dilihat dari animo masyarakat yang cukup tinggi untuk menggunakan suaranya. “Di Pontianak saja, 80 persen masyarakat yang terdata di daftar pemilih tetap (DPT) menggunakan hak suaranya. Ini berarti animo masyarakat untuk memilih cukup tinggi di Kota Pontianak,” katanya.
Sujadi berharap, pasangan calon yang tidak terpilih juga bisa merealisasikan program beserta visi misniya dalam membangun Kalbar.
“Memajukan Kalbar kan tidak hanya menjadi Gubernur. Dalam artian, Gubernur bukan harga mati untuk berbuat sesuatu memajukan daerah. Karenanya, mereka yang belum diberi kepercayaan untuk menjadi gubernur juga tetap bisa memajukan Kalbar di luar itu,” katanya. (zan)
Copyright © Pontianak Post


Tidak ada komentar:
Posting Komentar