Jumat, 11 Januari 2008
Pontianak,- HMI sebagai organisasi perkaderan dengan basis anggota yang banyak dan hampir menyebar di seluruh tanah air harus tetap melakukan perkaderan baik secara formal maupun non formal agar regenerasi dan penyegaran ghirah perjuangan terus menampakkan eksistensinya.
Selain perkaderan formal, dalam rangka peningkatan kualitas perjuangan juga diperlukan pola perkaderan non formal yang dapat meningkatkan kepekaan kader terhadap kebutuhan masyarakat baik dalam konteks keumatan maupun dalam konteks kebangsaan.
Perjuangan membutuhkan kepekaan terhadap realita. Kepekaan itu dengan sendirinya akan terasah apabila kader langsung berhadapan dengan kondisi sosio-religi masyarakat. Dengan melihat kondisi itu maka diharapkan kader menjadi tersentuh hatinya dan tergugah semangat berjuangnya. Sehingga ada usaha untuk merubah realita tersebut.
Konteks perjuangan yang terkadang hanya bersifat wacana dan nostalgia kerapkali menjadikan kader terbunuh daya juangnya. Perubahan perkaderan harus terus dilakukan dengan segenap daya kreatifitas dan intelektualitas karena perjuangan tidak akan pernah berakhir.
“Berkaca dengan realita yang ada mengharuskan kami dari HMI Cabang Pontianak mengadakan kegiatan Pekan Bakti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan mengusung tema “HMI dalam bingkai perjuangan masyarakat; suatu usaha mengimplementasikan wacana berjuang bersama masyarakat.” Ini sebagai salah satu usaha membangun perjuangan bersama masyarakat. Pelaksanaannya 21 hingga 27 Januari 2008 di Desa Sungai Jaga B, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang,” terang Sugeng Rohadi Kabid Pemberdayaan Ummat (PU) HMI Cabang Pontianak.(har)
Copyright © 2008 Pontianak Post


Tidak ada komentar:
Posting Komentar